Rabu, 30 Desember 2009

SUPERVISI PENDIDIKAN

SUPERVISI PENDIDIKAN

I. PENDAHULUAN
Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah.
Dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan terus-menerus. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra-jabatan maupun program dalam jabatan. Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik dan kualified. Potensi sumber daya guru itu perlu terus bertumbuh dan berkembang agar dapat melakukan fungsinya secara potensial.
pendidikan Kepercayaan, keyakinan, dan penerimaan ini merupakan substansi dari pengakuan masyarakat terhadap profesi guru. Implikasi dari pengakuan tersebut mensyaratkan guru harus memiliki kualitas yang memadai. Tidak hanya pada tataran normatif saja namun mampu mengembangkan kompetensi yang dimiliki, baik kompetensi personal, professional, maupun kemasyarakatan dalam selubung aktualisasi kebijakan pendidikan.Hal tersebut lantaran guru merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tataran institusional dan eksperiensial, sehingga upaya meningkatkan mutu pendidikan harus dimulai dari aspek "guru" dan tenaga kependidikan lainnya yang menyangkut kualitas keprofesionalannya maupun kesejahteraan dalam satu manajemen pendidikan yang professional.

II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Supervisi Pendidikan
Supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar pada khususnya. Supervisi bercirikan :
1. Research :meneliti situasi sebenarnya disekolah
2. Evalution : penilaian
3. Improvement :mengadakan perbaikan
4. Assiatance :memberikan bantuan dan bimbingan
5. Cooperation :kerjasama antara supervisor dan supervised ke arah perbaikan situasi
Kepengawasan pendidikan di Indonesia dewasa ini mengalami masa transisi dari inspeksi kea rah supervise yang dicita-citakan. Yang disebut supervisor pendidikan bukan hanya para pejabat/petugas dari kantor pembinaan, kepala sekolah, guru-guru dan bahkan murid pun dapat disebut sebagai supervisor, bila misalnya diserahi tugas untuk mengetuai kelas atau kelompoknya.

B. Tujuan Supervisi Pendidikan
a) Tujuan umum
1. Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia dewasa yang sanggup berdiri sendiri.
2. Membina orang-orang yang disupervisi menjadi manusia pembangunan dewasa yang berpancasila.
3. Perbaikan situasi pendidikan dan pengajaran pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya.
b) Tujuan khusus
1. Membantu guru-guru lebih memahami tujuan pendidikan yang sebenarnya
2. Membantu guru-guru untuk dapat lebih memahami dan menolong murid
3. Memperbesar kesnggupan guru mendidik murid untuk terjun ke msyarakat
4. Memperbesar kesadaran guru terhadap kerja yang demokratis dan kooperatif
5. Membesar ambisi guru untuk berkembang
6. Membantu guru-guru untuk memanfaatkan pengalaman yang dimiliki
7. Memperkenalkan karyawan baru kepada sekolah
8. Melindungi guru daru tuntutan tak wajar dari masyarakat
9. Mngembangkan professional guru

C. Fungsi Supervisi Pendidikan
a) Penelitian (research) → untuk memperoleh gambaran yang jelas dan objektif tentang suatu situasi pendidikan
1. Perumusan topic
2. Pengumpulan data
3. Pengolahan data
4. Konlusi hasil penelitian
b) Penilaian (evaluation) → lebih menekankan pada aspek daripada negative
c) Perbaikan (improvement) → dapat mengatahui bagaimana situasi pendidikan/pengajaran pada umumnya dan situasi belajar mengajarnya.
d) Pembinaan → berupa bimbingan (guidance) kea rah pembinaan diri yang disupervisi

D. Jenis-jenis Supervisi
Beberapa jenis supervisi antara lain :
1. observasi kelas
2. Saling kunjung
3. demontrasi mengajar
4. supervisi klinnis
5. kaji tindak (action research)

E. Jenis-Jenis Supervisi pendidikan Berdasarkan prosesnya
a) Koraktif : lebih mencari kesalahan
b) Preventif : mencegah hal-hal yang tidak diinginkan
c) Konstruktif : membangun (dapat memperbiki jika terjadi kesalahan)
d) Kreatif : menekankan inisiatif dan kebebasan berfikir

F. Prinsip-prinsip Supervisi Pendidikan
a) Prinsip supervisi
1. supervisi harus konstruktif.
2. supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung pada kepala sekolah
3. supervisi harus realistis
4. supervisi tidak usah muluk-muluk dan didasarkan pada kenyataan yang sebenarnya pada guru-guru
5. supervisi harus democrat
6. hakikat pengembangan mutu sekolah adalah usaha bersama berdasarkan musyawarah
7. supervisi harus objektif
8. kegiatan tidak boleh diwarnai oleh prasangka kepala sekolah, diperlukan data konkret tentang keadaan sebenarnya dan kepala sekolah juga harus mengakui keterbatasannya.
b) Prinsip-prinsip fundamental Pancasila merupakan dasar atau prinsip fundamental bagi setiap supervisor pendidikan Indonesia. Bahwa seorang supervisor haruslah seorang pancasilais sejati.
c) Prinsip-prinsip praktis
1. Negatif
­ Tidak otoriter
­ Tidak berasas kekuasaan
­ Tidak lepas dari tujuan pendidikan
­ Bukan mencari kesalahan
­ Tidak boleh terlalu cepat mengharapkan hasil
2. Positif
­ Konstruktif dan kreatif
­ Sumber secara kolektif bukan supervisor sendiri
­ Propessional ⇒ Sanggup mengembangkan potensi guru dkk
­ Memperhatikan kesejahteraanguru dkk
­ Progresif
­ Memperhitungkan kesanggupan supervised
­ Sederhana dan informal
­ Obyektif dan sanggup mengevaluasi diri sendiri

G. Teknik Supervisi Pendidikan
a) Tekhnik kelompok
Teknik ini mrempunyai cara pelaksanaan supervise terhadap sekelompok orang yang disupervisi
b) Tekhnik perorangan
Teknik ini mempunyai dilakukan terhadap individu yang memiliki masalah khusus.

H. Metode Supervisi Pendidikan
a) Metode langsung
Metode ini mempunyai alat yang digunakan mengenai sasaran supervise
b) Metode tak langsung
Metode ini mempergunakan berbagai alat perantara (media)

I. TEKHNIK DAN METODE YANG LAIN
1. Kunjungan sekolah (school visit)
Akan memberikan pengatahuan yang lengkap tentang situasi sekolah sehingga program akan lebih efektif.
2. Kunjungan kelas (class visit)
Merupakan suatu metode supervise yang “to the point” kena sasaran
3. Pertemuan individual
Setelah suatu kunjungan berakhir, hendaklah diadakan pembicaraan langsung dan pribadi tentang hasil kunjungan dengan orang yang dikunjungi.
4. Rapat sekolah
Untuk membicarakan kepentingan murid dan sekolah dan hal-hal yang berhubungan dengan sekolah
5. Pendidikan ini service
Untuk kepentingan mutu mrngajar dan belajar, maka guru perlu mengembangkan pengetahuan sesuai dengan profesinya dengan berbagai cara. Misalnya : study individual, study grops, menghadiri ceramah, mengadakan intervisitasi dsb.
6. Workshop (musyawarah kerja_muker)
Untuk mengembangkan professional karyawan (in-service)
7. Intervisitas
Saling kunjung-memgunjungi sesama guru untuk mengobservasi situasi belajar masing-masing
8. Demonstrasi mengajar
Metode ini dapat dilakukan oleh supervisor sendiri atau oleh guru yang ahli untuk memperkenalkan metode mengajar yang efektif.
9. Bulletin supervisi
Bulletin berkala dapat dimanfaatkan untuk perbaikan program pendidikan dan penngajaran, bisa mingguan atau bulanan.
10. Bulletin bord
­ pengumuman administrative
­ pengunguman supervise
­ pengunguman untuk murid
11. Kunjungan rumah
Tujuannya untuk mempelajari bagaimana situasi hidup orang yang disupervisi di rumah terutama meneliti masalah-masalah yang secara langsung atau tak langsung mempengaruhi tugas/kewajiban orang yang disupervisi itu

J. Program Supervisi Pendidikan
Suatu program supervisi pendidikan adalah rangka program perbsikan pendidikan dan pengajaran
a) perancanaan Perancaan
pemikiran dan perumusan tentang apa, bagaimana, mengapa, siapa, kapan dan dimana.
a. Prinsip-prinsip : kooperatif, kreatif, komprehensif, flexible, kontinu
b. Syarat-syarat : tilikan jelas tentang tujuan pendidikan, pengetahuan tentang mengajar yang baik, pengetahuan tentang pengalaman belajar murid, pengetahuan tentang guru-guru, pengetahuan tentang murid-muriD, pengaetahuan tentang masyarakat, pengetahuan tentang sumber-sumber fisik, factor biaya danfactor waktu
c. proses : merumuskan what, why, how, who, when, where

b) Organisasi program
1. Pola-pola : → horizontal → vertical
2. Langkah-langkah mengorganisir program :
­ Persiapakan suasana
­ Pertimbangan situasi
­ Penyusunan program
­ Pembagian tanggung jawab
­ Perwujudan program
­ Pembinaan perkembangan program
­ Integrasikan program dengan masyarakat
­ Persiapan program evaluasi

c) Evaluasi dalam hubungannya dengan pendidikan
menentukan sampai dimana tujuan-tujuan pendidikan yang ditetapkan telah tercapai
1. prinsip-prinsip: rencana harus komprehensif, penyusunan harus kooperatif , program harus kontinu dan berinteraksi dengan kurikulum, lebih menggunakan data yang objektif daripada yang subyektif dan menghargai para participant
2. proses ; merumuskan tujuan evaluasi, menyeleksi alat-alat evaluasi, menyusun alat-alat evaluasi, menerapkan alat-alat evaluasi, mengelola hasil dan menyimpulkan
3. aspek-aspek yang dievaluasi :
­ peronil → murid, guru, karyawan, wali murid, kepsek, supervise
­ materiil → kurikulum, perlengkapan murid perlengkapan sekolah, administrasi,
­ operational → proses kepemimpinan, proses mengajar, kesejahtraan personil, usaha integrasi sekolah dan masyarakat

d) alat-alat :
1. Objektif : ujian karangan (essay examination) dan ujian objektif
2. lebih ke subjektif ; observasi, wawancara, angket, checklist dan rating-scale

e) usaha
1. laporan pribadi dan tekhnik projektif
2. catatan-catatan anekdot
3. catatan-catatan komulatif
4. case study
5. sosiometri
6. laporan stenografis
7. buku-buku catatan
8. kotak saran
9. rapat-rapat supervise

K. Pelaksana Supervisi Pendidikan
Pelaksanaan supervisi klinis menurut la sulo (1987), mengemukakan ciri-ciri supervisi sebagai berikut :
1. bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi.
2. ksepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang dikaji dan jenis keterampilan yang paling pointing (diskusi guru dengan supervisor)
3. instrument dikembangkan dan disepakati bersama antara guru dengan supervisor
4. guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan-kelemahan yang akan diperbaiki. Bila perlu berlatih diluar sekolah
5. pelaksanaannya seperti dalam teknik observasi kelas
6. balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif
7. guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya
8. supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau mengarahkan
9. supervisor dan guru dalam keadaam suasanan intim dan terbuka
10. supervisor dapat digunakan untuk membentuk atau peningkatan dan perbaikan keterampilan pembelajaran

III. PENUTUP ( Kesimpulan )
Kemampuan professional guru akan terwujud apabila guru memiliki kesadaran dan komitmen yang tinggi dalam mengelola interaksi belajar-mengajar pada tataran mikro, dan memiliki kontribusi terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan pada tataran makro.Salah satu upaya peningkatan profesional guru adalah melalui supervisi pengajaran.
Pelaksanaan supervisi pengajaran perlu dilakukan secara sistematis oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah bertujuan memberikan pembinaan kepada guru-guru agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien.
Dalam pelaksanaannya, baik kepala sekolah dan pengawas menggunakan lembar pengamatan yang berisi aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kinerja guru dan kinerja sekolah. Untuk mensupervisi guru digunakan lembar observasi yang berupa alat penilaian kemampuan guru (APKG), sedangkan untuk mensupervisi kinerja sekolah dilakukan dengan mencermati bidang akademik, kesiswaan, personalia, keuangan, sarana dan prasarana, serta hubungan masyarakat.Implementasi kemampuan professional guru mensyaratkan guru agar mampu meningkatkan peran yang dimiliki, baik sebagai informatory(pemberi informasi), organisator, motivator, director, inisiator (pemrakarsa inisiatif), transmitter (penerus), fasilitator, mediator, dan evaluator sehingga diharapkan mampu mengembangkan kompetensinya.
Oleh karena itu, keterkaitan berbagai komponen pendidikan sangat menentukan implementasi kemampuan guru agar mampu mengelola pembelajaran yang efektif, selaras dengan paradigma pembelajaran yang direkomendasiklan Unesco, "belajar mengetahui (learning to know), belajar bekerja (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar menjadi diri sendiri (learning to be)".

IV. DAFTAR PUSTAKA
Sumber : Drs. N. A. Ametembun (06-06-2008), www.aplikasi.wordpress.com Arti Supervisi Pendidikan [ online ].
Sapari, Achmad. 2002. Pemahaman Guru Terhadap Inovasi Pendidikan. Artikel. Jakarta: Kompas (16 Agustus 2002).
Sahertian, Piet A. 2000. Konsep-Konsep dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta.

Dari Ninuk Dwi Wuriyani 5525089386 Alih Program Pendidikan Busana 2008

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar